Selasa, 10 November 2020
Senin, 02 November 2020
Materi Desain Multimedia Interaktif
STYLE MULTIMEDIA INTERKATIF BERBASIS
HALAMAN WEB DAN MEDIA INTERAKTIF
1. Mengenali Struktur Navigasi
Salah satu ciri multimedia interaktif adalah kemudahan navigasi. Sebuah aplikasi
multimedia interaktif harus dirancang sesederhana mungkin sehingga pengguna tidak
akan kesulitan dalam mengoperasikannya, bahkan sampai bentuk tombol atau ikon pun
harus dibuat sekomunikatif mungkin. Misalnya saat kursor berada di atas di teks/tombol
yang memiliki link ke interface lain, maka kursor otomatis akan berubah menjadi ikon
„tangan‟, yang artinya menandakan bahwa pengguna dipersilakan mengklik bila ingin
mengakses informasi yang ada di dalamnya.
Struktur navigasi digunakan sebagai penuntun alur sebuah aplikasi multimedia
atau dapat pula dianalogikan sebagai diagram alur dalam perancangan bahasa
pemrograman. Struktur navigasi berfungsi untuk menggambarkan dengan jelas
hubungan dan rantai kerja seluruh elemen yang akan digunakan dalam aplikasi. Dengan
penggambaran struktur navigasi, pembuatan sebuah aplikasi dapat sistematis dan mudah.
Jenis struktur navigasi dikelompokkan menjadi 4 struktur yang berbeda yaitu linier, hirarki,
jaringan, dan kombinasi yang mempunyai perbedaan dalam bentuk rangkaiannya.
a. Struktur Linier
Struktur yang paling sederhana dalam mendesain aliran aplikasi multimedia adalah
struktur linier. Dalam menampilkan aplikasi multimedia dapat maju (next) dan mundur
(back), jika mouse di-klik akan menampilkan isi informasi dari aplikasi multimedia
tersebut dan bila di-klik lagi akan muncul pada halaman berikutnya. Struktur Linear
banyak digunakan dan berhasil dengan baik pada beberapa macam aplikasi seperti:
Presentasi
Aplikasi computer based – training
Aplikasi yang memerlukan informasi berurutan
Style Multimedia Interaktif Berbasis Halaman Web dan Media Interaktif (Irwan) Page 2
b. Struktur Hierarki
Struktur hirarki merupakan struktur seperti tangga atau pohon, dimana masing –
masing obyek menyediakan sebuah menu pilihan yang memiliki lebih banyak menu
dengan banyak pilihan. Tidak ada batas ukuran atau jumlah menu dan sub-menu yang
dapat dimiliki dalam sebuah struktur hirarki.
Struktur hirarki diadaptasi dari top – down design. Konsep navigasi ini dimulai dari
satu node yan menjadi halaman utama atau halaman awal. Dari halaman tersebut dapat
dibuat beberapa cabang ke halaman – halaman level 1. Halaman tersebut adalah isi
atau halaman penunjang dari sebuah halaman utama, dari tiap halaman level 1 dapat
juga dikembangkan menjadi beberapa cabang lagi.
c. Struktur Jaringan (Spoke and Hub)
Bentuk struktur jaringan merupakan desain yang paling kompleks dengan banyak obyek
dalam setiap arah pada setiap obyek dalam aplikasi multimedia. Untuk membuat
struktur hyperlink yang fleksibel, struktur jaringan dapat bekerja dengan baik. Hub
dinyatakan dengan halaman utama yang mempunyai hubungan dengan setiap node.
Setiap node dapat berhubungan kembali ke halaman utama. Pada model ini hanya
terdapat dua macam link, yaitu dari halaman utama ke halaman tertentu, dan dari
halaman tersebut kembali ke halaman utama.
Style Multimedia Interaktif Berbasis Halaman Web dan Media Interaktif (Irwan) Page 3
d. Struktur Kombinasi
Struktur kombinasi merupakan struktur seperti tangga, pohon-pohon gabungan antara
struktur linier dan menu, di mana di dalamnya tidak ada batas untuk menyediakan
banyak pilihan dengan menu utama dan sub menu yang ada.
2. Perancangan Struktur Navigasi
Untuk proses pembuatan Website ini, penulis melakukan beberapa tahapan. Yang paling
utama adalah menentukan struktur navigasi. Menentukan struktur navigasi merupakan hal
yang sangat penting dalam pembuatan sebuah website, struktur navigasi yang digunakan
oleh penulis adalah struktur navigasi campuran (composite) yaitu campuran antara struktur
navigasi non liner dan struktur navigasi hierarki yang digambarkan sebagai berikut :
a. Halaman Tampilan Home
Pada halaman tampilan home terdapat menu home, profil, cara pesan, pemesanan dan
kontak. Menu-menu tersebut dalam setiap halaman web akan selalu tampil. Halaman
tampilan home terdiri dari tampilan slider yang mendeskripsikan gambar-gambar
sebuah suku cadang yang dijual. Pada posisi bawah slider terdapat gambar spare part
baru yang menampilkan informasi judul, gambar dan keterangan stok dari suku cadang.
Style Multimedia Interaktif Berbasis Halaman Web dan Media Interaktif (Irwan) Page 4
b. Halaman Tampilan Profil
Pada halaman tampilan menu profil terdapat text yang mendeskripsikan tentang visi dan
misi bengkel Adi Jaya Motor.
c. Halaman Tampilan Cara Pesan
Pada halaman tampilan menu cara pesan terdapat langkah–langkah untuk pemesanan
pada website penjualan suku cadang motor pada bengkel Adi Jaya Motor.
Style Multimedia Interaktif Berbasis Halaman Web dan Media Interaktif (Irwan) Page 5
d. Halaman Tampilan Pemesanan
Pada halaman tampilan menu pemesanan terdiri dari judul, gambar suku cadang, stok
barang, pesan, dan detail yang menjelaskan fungsi dari sparepart tersebut.
Style Multimedia Interaktif Berbasis Halaman Web dan Media Interaktif (Irwan) Page 6
e. Halaman Tampilan Keranjang
Pada halaman tampilan keranjang terdapat rincian barang yang di pesan beserta
harganya.
f. Halaman Tampilan Input Data
Pada halaman tampilan input data terdapat kolom nama, email, alamat, dan nomor
telepon untuk pembeli dan tombol order untuk memesan.
Style Multimedia Interaktif Berbasis Halaman Web dan Media Interaktif (Irwan) Page 7
g. Halaman Tampilan Kontak
Pada halaman tampilan kontak terdiri dari nomor telepon, alamat e-mail dan alamat
bengkel Adi Jaya Motor.
3. Efek Visual Multimedia Interaktif
Komunikasi Visual merupakan salah satu aspek penting dalam pembuatan media, termasuk
multimedia interaktif untuk pembelajaran. Komunikasi visual berfungsi sebagai integrator
dari ketiga revolusi teknologi informasi (Komputasi, Internet, dan Multimedia) dalam rangka
tatap muka dengan khalayak sasarannya. Secara operasional, komunikasi visual dapat
dimanfaatkan sebagai strategi penyajian konten agar mudah dicerna (Informatif), menarik
(Interesting), dan merayu (Persuasif) bagi para penggunanya.
Style Multimedia Interaktif Berbasis Halaman Web dan Media Interaktif (Irwan) Page 8
a. Memahami Karakteristik Multimedia
Memahami media adalah hal pertama yang harus dipikirkan oleh perancang multimedia
saat memulai pekerjaannya, mengingat setiap media memiliki karakteristik yang unik.
Multimedia Interaktif untuk pembelajaran memiliki keunikan yang berbeda dengan
papan tulis, buku, slide projector, maupun tranparasisebagai media konvensional dalam
kegiatan proses belajar mengajar dikelas.
b. Merumuskan Konsep Komunikasi Visual dan Gagasan Kreatif
Gagasan kreatif dan konsep komunikasi visual hendaknya memperhatikan aspek
komunikatif agar mudah dicerna dan disenangi oleh peserta. Untuk itu, terdapat hal-hal
yang seharusnya dilakukan sebagai berikut :
1. Memahami materi yang disampaikan secara mendalam
2. Menyusun materi yang hendak disampaikan secara sistematik (runtut) agar alur
pesan dapat dicerna secara lancer.
3. Pelajari kebiasaan dan hal-hal yang diminati oleh peserta, terutama unsur bahasa
visual (Icon, Bahasa, Ilustrasi, Musik dan lainsebagainya)
4. Pesan yang disajikan melalui gagasan yang unik dan tidak klise (tidak sering
digunakan) agar multimedia pembelajaran yang dibuat tampil segar dan menarik
c. Eksekusi Audio Visual
1. Tata Letak Perwajahan (Layout)
Pengaturan yang dilakukan pada buku, majalah atau bentuk publikasi yang lain,
sehingga teks dan ilustrasi sesuai dengan bentuk yang diharapkan (Penempatan dan
Pengaturan, Pemberian Gambar, Penempatan Garis Tepi, Penempatan Ukuran dan
Illustrasi).
2. Tipografi
Seni memilih huruf, menggabungkan dengan huruf-huruf yang berbeda,
menggabungkan sejumlah kata yang sesuai dengan ruang yang tersedia, dan
ketebalan dan ukuran huruf yang berbeda.
3. Illustrasi
Illustrasi digunakan untuk membantu mengkomunikasikan pesan dengan tepat dan
cepat serta mempertegas sebagai terjemahan dari sebuah judul, sehingga bisa
membentuk suatu suasana penuh emosi seakan-akan nyata. Illustrasi dalam karya
desain komunikasi visual dibagi menjadi dua :
- Illustrasi yang dihasilkan tangan atau gambar
- Illustrasi yang dihasilkan oleh kamera atau fotografi
4. Simbolisme
Sangat efektif digunakan sebagai sarana informasi untuk menjembatani perbedaan
bahasa yang digunakan karena sifatnya yang universal dibanding kata-kata atau
bahasa. Bentuk yang lebih kompleks dari symbol adalah logo. Logo merupakan
identifikasi dari sebuah perusahaan karena logo harus mampu mencerminkan citra,
tujuan, jenis serta objektivitasnya agar berbeda dari yang lainnya.
Style Multimedia Interaktif Berbasis Halaman Web dan Media Interaktif (Irwan) Page 9
5. Warna
Merupakan elemen penting yang dapat mempengaruhi sebuah desain. Pemilihan
warna dan pengolahan atau penggabungan satu dengan yang lainnya akan dapat
memberikan suatu kesan atau image yang khas dan memiliki karakter yang unik
karena setiap warna memiliki sifat yang berbeda-beda.
6. Animasi
Pengunaan unsur-unsur gerak atau animasi, khususnya dalam multimedia, akan
menimbulkan kesan tersendiri bagi yang melihat. Bias dikatakan dapat menjadikan
tampilan menjadi lebih menarik dan dinamis.
- Animasi 2D
Animasi yang terkesan datar (Flat), baik karakter maupun warnanya.
- Animasi 3D
Karakter dibuat agak bias dilihat dari berbagai sudut pandang dan adanya kesan
mendalam atau berdimensi ruang.
7. Suara
Merupakan elemen pendukung yang digunakan untuk lebih menghidupkan suasana
interaksi. Suara dalam multimedia interaksi dibagi menjadi 2 yaitu :
- Suara Utama
Suara yang mengiringi pengguna selama interaksi berlangsung.
- Suara Pendukung
Suara yang terdapat pada tombol tau button
Hasil Produksi Kami
- LINK FILM PENDEK FIKSI "CINCIN" :
- LINK FILM PENDEK DOKUMENTER "JANDA TUA DI TENGAH PANDEMI" :
- LINK FILM PENDEK FIKSI "OMAHKU" :
Minggu, 01 November 2020
Video Produksi dan Editing | Kemall Multimedia
- PENGENALAN DAN KONSEP PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO
TAHAPAN PEMBUATAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN
Dalam pembuatan media video pembelajaran ini terdapat beberapa tahapan. Tahapan pembuatan media video adalah sebagai berikut:
1. Tahap Persiapan (pra produksi) Pada tahapan ini, kita menyiapkan keperluan dalam pembuatan media video pembelajaran. Hal-hal yang perlu disiapkan adalah alat dan bahan, materi pembelajaran, dan storyboard. Storyboard adalah sketsa gambar yang disusun berurutan sesuai dengan naskah, dengan storyboard kita dapat menyampaikan ide cerita kita kepada orang lain dengan lebih mudah, karena kita dapat menggiring khayalan seseorang mengikuti gambar gambar yang tersaji, sehingga menghasilkan persepsi yang sama pada ide cerita kita.
2. Tahap produksi Pada dasarnya yang dimaksud tahap produksi adalah tahap pengambilan gambar (shooting).
3. Tahap penyelesaian akhir Tahap ini meliputi kegiatan penyuntingan gambar (editing), pemaduan gambar dengan suara dan musik (mixing), dan kegiatan pengisian suara
- Siapa Sajakah yang Terlibat dalam Pembuatan Film?
Membuat film profesional bukanlah pekerjaan yang sederhana. Membuat film profesional melibatkan banyak pihak dengan spesifikasinya sendiri-sendiri. Orang-orang yang terlibat dalam pembuatan film pada Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 Pasal 20 Ayat 2 disebut sebagai insan perfilman. Insan perfilman tersebut adalah sebagai berikut.
a. Penulis Skenario Penulis skenario adalah seseorang yang menerjemahkan ide cerita ke dalam bahasa tulis yang akan digunakan sebagai pedeoman tertulis bagi semua pihak yang terlibat.
b. Sutradara Sutradara adalah seseorang yang memimpin proses pembuatan video/film/iklan. Sutradara bekerja mengatur laku di depan kamera, mengarahkan acting dan dialog, mengontrol posisi dan gerak kamera, suara, pencahayaan, dan hal lain yang berhubungan dengan hasil akhir yang maksimal sebuah film. Sutradara menduduki posisi tertinggi dari sisi artistik.
c. Artis (Pemeran) Artis adalah orang-orang yang menjadi pemeran dalam sebuah film. Artis laki-laki dikenal dengan istilah aktor sementara artis perempuan dikenal dengan sebutan aktris.
d. Juru Kamera Juru kamera adalah orang yang bertugas mengambil gambar atau mengoperasikan kamera saat diadakan pengambilan gambar/shooting.
e. Penata Cahaya (Lighting) Penata cahaya bertugas mengatur pencahayan dalam pembuatan video/film/iklan.
f. Penata Suara Bagian tata suara bertugas membuat/memilih/merekam suara dan efek-efek suara yang sesuai dengan suasana cerita dalam proses produksi.
g. Penyunting Suara (Editing Audio) Penyunting suara dan penyunting gambar bekerja secara bersamaan dalam proses penyuntingan atau editing.
h. Penata Laku Penata laku bertugas membantu sutradara dalam mengatur pergerakan/laku pemain. Direktorat Pembinaan SMK 2013 11 VIDEOGRAFI
i. Penata Musik Bagian tata musik bertugas membuat/memilih musik yang sesuai dengan suasana cerita dalam pembuatan video/film/iklan.
j. Penata Artistik Bagian ini bertugas membuat atau mengatur latar dan setting yang sesuai dengan suasana cerita dalam proses produksi.
k. Penyunting Gambar (Editing Video) Penyunting gambar dalam pembuatan film bertugas melakukan editing atas hasil pengambilan gambar dalam proses produksi.
l. Perancang Animasi Bagian ini bertugas memberikan tambahan efek-efek animasi pada gambar sehingga gambar lebih hidup.
m. Produser Produser merupakan seseorang yang mempunyai tugas untuk memimpin dan mengarahkan secara keseluruhan. Pada pembuatan film pendek, tidak semua bidang tersebut diperankan oleh orang yang berbeda. Satu orang dapat saja merangkap beberapa pekerjaan. Bahkan, pada beberapa kasus, banyak film pendek yang hanya dikerjakan oleh satu orang. Bidang-bidang tersebut adalah wilayah pekerjaan yang perlu ditangani dalam pembuatan film. Kebutuhan penanggung jawab atas bidang-bidang pekerjaan tersebut disesuaikan dengan kemampuan orang-orang yang terlibat dan tingkat kesulitan produksi sebuah film.
FORM KAMI : https://forms.gle/oT9fyDW23fTqM4JD8













