Kemall Multimedia | Filmaker dan Editing

Editing Video dan Pembuatan Film,

Short Film "CINCIN" BPTIK DIKBUD JATENG

Projek bertema masa Pandemi COVID 19

Kamera Cannon EOS 700D

Kamera yang sering digunakan dalam pembuatan film kami.

Proses Editing Film "OMAHKU" Pendek Fiksi FLS2N Indonesia

Film OMAHKU FLS2N Indonesia bertema Pandemi COVID 19

Proses Produksi Film

Cuplikan Proses Produksi pembuatan Film

Selasa, 10 November 2020

Channel Youtube Kami

 Review Real Racing 3 Android || Kemall Multimedia


Film Pendek Fiksi "Cincin" || SMK Negeri 2 Pati

 
 


Senin, 02 November 2020

Materi Desain Multimedia Interaktif


 

 STYLE MULTIMEDIA INTERKATIF BERBASIS
HALAMAN WEB DAN MEDIA INTERAKTIF


1. Mengenali Struktur Navigasi


Salah satu ciri multimedia interaktif adalah kemudahan navigasi. Sebuah aplikasi

multimedia interaktif harus dirancang sesederhana mungkin sehingga pengguna tidak

akan kesulitan dalam mengoperasikannya, bahkan sampai bentuk tombol atau ikon pun

harus dibuat sekomunikatif mungkin. Misalnya saat kursor berada di atas di teks/tombol

yang memiliki link ke interface lain, maka kursor otomatis akan berubah menjadi ikon

„tangan‟, yang artinya menandakan bahwa pengguna dipersilakan mengklik bila ingin

mengakses informasi yang ada di dalamnya.


Struktur navigasi digunakan sebagai penuntun alur sebuah aplikasi multimedia

atau dapat pula dianalogikan sebagai diagram alur dalam perancangan bahasa

pemrograman. Struktur navigasi berfungsi untuk menggambarkan dengan jelas

hubungan dan rantai kerja seluruh elemen yang akan digunakan dalam aplikasi. Dengan

penggambaran struktur navigasi, pembuatan sebuah aplikasi dapat sistematis dan mudah.

Jenis struktur navigasi dikelompokkan menjadi 4 struktur yang berbeda yaitu linier, hirarki,

jaringan, dan kombinasi yang mempunyai perbedaan dalam bentuk rangkaiannya.


a. Struktur Linier

Struktur yang paling sederhana dalam mendesain aliran aplikasi multimedia adalah

struktur linier. Dalam menampilkan aplikasi multimedia dapat maju (next) dan mundur

(back), jika mouse di-klik akan menampilkan isi informasi dari aplikasi multimedia

tersebut dan bila di-klik lagi akan muncul pada halaman berikutnya. Struktur Linear

banyak digunakan dan berhasil dengan baik pada beberapa macam aplikasi seperti:

 Presentasi

 Aplikasi computer based – training

 Aplikasi yang memerlukan informasi berurutan


Style Multimedia Interaktif Berbasis Halaman Web dan Media Interaktif (Irwan) Page 2

b. Struktur Hierarki


Struktur hirarki merupakan struktur seperti tangga atau pohon, dimana masing –

masing obyek menyediakan sebuah menu pilihan yang memiliki lebih banyak menu

dengan banyak pilihan. Tidak ada batas ukuran atau jumlah menu dan sub-menu yang

dapat dimiliki dalam sebuah struktur hirarki.

Struktur hirarki diadaptasi dari top – down design. Konsep navigasi ini dimulai dari

satu node yan menjadi halaman utama atau halaman awal. Dari halaman tersebut dapat

dibuat beberapa cabang ke halaman – halaman level 1. Halaman tersebut adalah isi

atau halaman penunjang dari sebuah halaman utama, dari tiap halaman level 1 dapat

juga dikembangkan menjadi beberapa cabang lagi.


c. Struktur Jaringan (Spoke and Hub)


Bentuk struktur jaringan merupakan desain yang paling kompleks dengan banyak obyek

dalam setiap arah pada setiap obyek dalam aplikasi multimedia. Untuk membuat

struktur hyperlink yang fleksibel, struktur jaringan dapat bekerja dengan baik. Hub

dinyatakan dengan halaman utama yang mempunyai hubungan dengan setiap node.

Setiap node dapat berhubungan kembali ke halaman utama. Pada model ini hanya

terdapat dua macam link, yaitu dari halaman utama ke halaman tertentu, dan dari

halaman tersebut kembali ke halaman utama.


Style Multimedia Interaktif Berbasis Halaman Web dan Media Interaktif (Irwan) Page 3

d. Struktur Kombinasi


Struktur kombinasi merupakan struktur seperti tangga, pohon-pohon gabungan antara

struktur linier dan menu, di mana di dalamnya tidak ada batas untuk menyediakan

banyak pilihan dengan menu utama dan sub menu yang ada.

2. Perancangan Struktur Navigasi

Untuk proses pembuatan Website ini, penulis melakukan beberapa tahapan. Yang paling

utama adalah menentukan struktur navigasi. Menentukan struktur navigasi merupakan hal

yang sangat penting dalam pembuatan sebuah website, struktur navigasi yang digunakan

oleh penulis adalah struktur navigasi campuran (composite) yaitu campuran antara struktur

navigasi non liner dan struktur navigasi hierarki yang digambarkan sebagai berikut :


a. Halaman Tampilan Home

Pada halaman tampilan home terdapat menu home, profil, cara pesan, pemesanan dan

kontak. Menu-menu tersebut dalam setiap halaman web akan selalu tampil. Halaman

tampilan home terdiri dari tampilan slider yang mendeskripsikan gambar-gambar

sebuah suku cadang yang dijual. Pada posisi bawah slider terdapat gambar spare part

baru yang menampilkan informasi judul, gambar dan keterangan stok dari suku cadang.


Style Multimedia Interaktif Berbasis Halaman Web dan Media Interaktif (Irwan) Page 4

b. Halaman Tampilan Profil

Pada halaman tampilan menu profil terdapat text yang mendeskripsikan tentang visi dan

misi bengkel Adi Jaya Motor.


c. Halaman Tampilan Cara Pesan

Pada halaman tampilan menu cara pesan terdapat langkah–langkah untuk pemesanan

pada website penjualan suku cadang motor pada bengkel Adi Jaya Motor.


Style Multimedia Interaktif Berbasis Halaman Web dan Media Interaktif (Irwan) Page 5

d. Halaman Tampilan Pemesanan

Pada halaman tampilan menu pemesanan terdiri dari judul, gambar suku cadang, stok

barang, pesan, dan detail yang menjelaskan fungsi dari sparepart tersebut.


Style Multimedia Interaktif Berbasis Halaman Web dan Media Interaktif (Irwan) Page 6

e. Halaman Tampilan Keranjang

Pada halaman tampilan keranjang terdapat rincian barang yang di pesan beserta

harganya.


f. Halaman Tampilan Input Data

Pada halaman tampilan input data terdapat kolom nama, email, alamat, dan nomor

telepon untuk pembeli dan tombol order untuk memesan.


Style Multimedia Interaktif Berbasis Halaman Web dan Media Interaktif (Irwan) Page 7

g. Halaman Tampilan Kontak

Pada halaman tampilan kontak terdiri dari nomor telepon, alamat e-mail dan alamat

bengkel Adi Jaya Motor.


3. Efek Visual Multimedia Interaktif


Komunikasi Visual merupakan salah satu aspek penting dalam pembuatan media, termasuk

multimedia interaktif untuk pembelajaran. Komunikasi visual berfungsi sebagai integrator

dari ketiga revolusi teknologi informasi (Komputasi, Internet, dan Multimedia) dalam rangka

tatap muka dengan khalayak sasarannya. Secara operasional, komunikasi visual dapat

dimanfaatkan sebagai strategi penyajian konten agar mudah dicerna (Informatif), menarik

(Interesting), dan merayu (Persuasif) bagi para penggunanya.


Style Multimedia Interaktif Berbasis Halaman Web dan Media Interaktif (Irwan) Page 8

a. Memahami Karakteristik Multimedia

Memahami media adalah hal pertama yang harus dipikirkan oleh perancang multimedia

saat memulai pekerjaannya, mengingat setiap media memiliki karakteristik yang unik.

Multimedia Interaktif untuk pembelajaran memiliki keunikan yang berbeda dengan

papan tulis, buku, slide projector, maupun tranparasisebagai media konvensional dalam

kegiatan proses belajar mengajar dikelas.

b. Merumuskan Konsep Komunikasi Visual dan Gagasan Kreatif

Gagasan kreatif dan konsep komunikasi visual hendaknya memperhatikan aspek

komunikatif agar mudah dicerna dan disenangi oleh peserta. Untuk itu, terdapat hal-hal

yang seharusnya dilakukan sebagai berikut :

1. Memahami materi yang disampaikan secara mendalam

2. Menyusun materi yang hendak disampaikan secara sistematik (runtut) agar alur

pesan dapat dicerna secara lancer.

3. Pelajari kebiasaan dan hal-hal yang diminati oleh peserta, terutama unsur bahasa

visual (Icon, Bahasa, Ilustrasi, Musik dan lainsebagainya)

4. Pesan yang disajikan melalui gagasan yang unik dan tidak klise (tidak sering

digunakan) agar multimedia pembelajaran yang dibuat tampil segar dan menarik

c. Eksekusi Audio Visual

1. Tata Letak Perwajahan (Layout)

Pengaturan yang dilakukan pada buku, majalah atau bentuk publikasi yang lain,

sehingga teks dan ilustrasi sesuai dengan bentuk yang diharapkan (Penempatan dan

Pengaturan, Pemberian Gambar, Penempatan Garis Tepi, Penempatan Ukuran dan

Illustrasi).

2. Tipografi

Seni memilih huruf, menggabungkan dengan huruf-huruf yang berbeda,

menggabungkan sejumlah kata yang sesuai dengan ruang yang tersedia, dan

ketebalan dan ukuran huruf yang berbeda.

3. Illustrasi

Illustrasi digunakan untuk membantu mengkomunikasikan pesan dengan tepat dan

cepat serta mempertegas sebagai terjemahan dari sebuah judul, sehingga bisa

membentuk suatu suasana penuh emosi seakan-akan nyata. Illustrasi dalam karya

desain komunikasi visual dibagi menjadi dua :

- Illustrasi yang dihasilkan tangan atau gambar

- Illustrasi yang dihasilkan oleh kamera atau fotografi

4. Simbolisme

Sangat efektif digunakan sebagai sarana informasi untuk menjembatani perbedaan

bahasa yang digunakan karena sifatnya yang universal dibanding kata-kata atau

bahasa. Bentuk yang lebih kompleks dari symbol adalah logo. Logo merupakan

identifikasi dari sebuah perusahaan karena logo harus mampu mencerminkan citra,

tujuan, jenis serta objektivitasnya agar berbeda dari yang lainnya.


Style Multimedia Interaktif Berbasis Halaman Web dan Media Interaktif (Irwan) Page 9


5. Warna

Merupakan elemen penting yang dapat mempengaruhi sebuah desain. Pemilihan

warna dan pengolahan atau penggabungan satu dengan yang lainnya akan dapat

memberikan suatu kesan atau image yang khas dan memiliki karakter yang unik

karena setiap warna memiliki sifat yang berbeda-beda.

6. Animasi

Pengunaan unsur-unsur gerak atau animasi, khususnya dalam multimedia, akan

menimbulkan kesan tersendiri bagi yang melihat. Bias dikatakan dapat menjadikan

tampilan menjadi lebih menarik dan dinamis.

- Animasi 2D

Animasi yang terkesan datar (Flat), baik karakter maupun warnanya.

- Animasi 3D

Karakter dibuat agak bias dilihat dari berbagai sudut pandang dan adanya kesan

mendalam atau berdimensi ruang.

7. Suara

Merupakan elemen pendukung yang digunakan untuk lebih menghidupkan suasana

interaksi. Suara dalam multimedia interaksi dibagi menjadi 2 yaitu :

- Suara Utama

Suara yang mengiringi pengguna selama interaksi berlangsung.

- Suara Pendukung

Suara yang terdapat pada tombol tau button

Hasil Produksi Kami

 



  • LINK FILM PENDEK FIKSI "CINCIN" : 


  • LINK FILM PENDEK DOKUMENTER "JANDA TUA DI TENGAH PANDEMI" :


  • LINK FILM PENDEK FIKSI "OMAHKU" :


Minggu, 01 November 2020

Video Produksi dan Editing | Kemall Multimedia





  • PENGENALAN DAN KONSEP PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO

TAHAPAN PEMBUATAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN

Dalam pembuatan media video pembelajaran ini terdapat beberapa tahapan. Tahapan pembuatan media video adalah sebagai berikut: 

1. Tahap Persiapan (pra produksi) Pada tahapan ini, kita menyiapkan keperluan dalam pembuatan media video pembelajaran. Hal-hal yang perlu disiapkan adalah alat dan bahan, materi pembelajaran, dan storyboard. Storyboard adalah sketsa gambar yang disusun berurutan sesuai dengan naskah, dengan storyboard kita dapat menyampaikan ide cerita kita kepada orang lain dengan lebih mudah, karena kita dapat menggiring khayalan seseorang mengikuti gambar gambar yang tersaji, sehingga menghasilkan persepsi yang sama pada ide cerita kita. 

2. Tahap produksi Pada dasarnya yang dimaksud tahap produksi adalah tahap pengambilan gambar (shooting). 

3. Tahap penyelesaian akhir Tahap ini meliputi kegiatan penyuntingan gambar (editing), pemaduan gambar dengan suara dan musik (mixing), dan kegiatan pengisian suara

  • Siapa Sajakah yang Terlibat dalam Pembuatan Film? 

Membuat film profesional bukanlah pekerjaan yang sederhana. Membuat film profesional melibatkan banyak pihak dengan spesifikasinya sendiri-sendiri. Orang-orang yang terlibat dalam pembuatan film pada Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 Pasal 20 Ayat 2 disebut sebagai insan perfilman. Insan perfilman tersebut adalah sebagai berikut. 

a. Penulis Skenario Penulis skenario adalah seseorang yang menerjemahkan ide cerita ke dalam bahasa tulis yang akan digunakan sebagai pedeoman tertulis bagi semua pihak yang terlibat. 

b. Sutradara Sutradara adalah seseorang yang memimpin proses pembuatan video/film/iklan. Sutradara bekerja mengatur laku di depan kamera, mengarahkan acting dan dialog, mengontrol posisi dan gerak kamera, suara, pencahayaan, dan hal lain yang berhubungan dengan hasil akhir yang maksimal sebuah film. Sutradara menduduki posisi tertinggi dari sisi artistik. 

c. Artis (Pemeran) Artis adalah orang-orang yang menjadi pemeran dalam sebuah film. Artis laki-laki dikenal dengan istilah aktor sementara artis perempuan dikenal dengan sebutan aktris. 

d. Juru Kamera Juru kamera adalah orang yang bertugas mengambil gambar atau mengoperasikan kamera saat diadakan pengambilan gambar/shooting. 

e. Penata Cahaya (Lighting) Penata cahaya bertugas mengatur pencahayan dalam pembuatan video/film/iklan. 

f. Penata Suara Bagian tata suara bertugas membuat/memilih/merekam suara dan efek-efek suara yang sesuai dengan suasana cerita dalam proses produksi. 

g. Penyunting Suara (Editing Audio) Penyunting suara dan penyunting gambar bekerja secara bersamaan dalam proses penyuntingan atau editing.

h. Penata Laku Penata laku bertugas membantu sutradara dalam mengatur pergerakan/laku pemain. Direktorat Pembinaan SMK 2013 11 VIDEOGRAFI 

i. Penata Musik Bagian tata musik bertugas membuat/memilih musik yang sesuai dengan suasana cerita dalam pembuatan video/film/iklan. 

j. Penata Artistik Bagian ini bertugas membuat atau mengatur latar dan setting yang sesuai dengan suasana cerita dalam proses produksi. 

k. Penyunting Gambar (Editing Video) Penyunting gambar dalam pembuatan film bertugas melakukan editing atas hasil pengambilan gambar dalam proses produksi. 

l. Perancang Animasi Bagian ini bertugas memberikan tambahan efek-efek animasi pada gambar sehingga gambar lebih hidup. 

m. Produser Produser merupakan seseorang yang mempunyai tugas untuk memimpin dan mengarahkan secara keseluruhan. Pada pembuatan film pendek, tidak semua bidang tersebut diperankan oleh orang yang berbeda. Satu orang dapat saja merangkap beberapa pekerjaan. Bahkan, pada beberapa kasus, banyak film pendek yang hanya dikerjakan oleh satu orang. Bidang-bidang tersebut adalah wilayah pekerjaan yang perlu ditangani dalam pembuatan film. Kebutuhan penanggung jawab atas bidang-bidang pekerjaan tersebut disesuaikan dengan kemampuan orang-orang yang terlibat dan tingkat kesulitan produksi sebuah film.

FORM KAMI : https://forms.gle/oT9fyDW23fTqM4JD8